Pariwisata, Perikanan dan Kelautan “Big Push” Ekonomi Lamaholot

oleh -714 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kupang – Menghadiri seminar nasional Lamaholot di Kupang membahas tema “Kebudayaan Lamaholot Basis Membangun Kekuatan Ekonomi Kawasan” Bupati Flores Timur (Flotim) Antonius Doni Dihen menekankan sektor Pariwisata, Perikanan dan Kelautan sebagai big push ekonomi Lamaholot.

Seminar yang berlangsung Jumat (10/4/2026) di Gedung Olahraga (GOR) Flobamora Oepoi Kupang juga dihadiri bersama Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq dan Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Alor Obed Bolang mewakili Bupati Alor, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTT, Linus Lusi Making mewakili Gubernur NTT dan akademisi Dr. Hamzah Wulakada dan Don Ara Kian sebagai Narasumber.

Ketiga kepala daerah yang berada pada gugusan kepulauan yang memiliki pertalian budaya Lamaholot itu menyampaikan komitmennya membangun dari daerah masing-masing dengan memaparkan sejumlah potensi dan permasalahan daerahnya.

Bupati Flotim Anton Doni Dihen mendorong dua hal sebagai big push model ekonomi kawasan Lamaholot yaitu pariwisata, perikanan dan kelautan.

Menurut Anton Doni, acara Semana Santa di Larantuka menjadi daya tarik wisata religius yang bisa mendorong sektor lain ikut bergerak maju dalam menyediakan akomodasi seperti penginapan, kuliner, kerajinan. Sekaligus menjadi pintu masuk menuju Lembata dan Alor yang juga memiliki aneka wisata budaya dan alam bahari yang menakjubkan.

“Daerah kepulauan Lamaholot dengan aneka ragam potensi kita bisa menjadikan pariwisata, perikanan dan kelautan sebagai big push ekonomi untuk kemajuan bersama tiga kabupaten,” ujar Anton Doni.

Hal senada disampaikan Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq bahwa seluruh potensi yang dimiliki masing-masing dapat saling dipertukarkan melalui kerja sama antar daerah yang dilandasi spirit budaya Lamaholot sebagai modal sosial.

“Budaya Lamaholot mengikat kita untuk terus bekerja sama di bidang ekonomi untuk saling suplai antar tiga kebupaten dalam memenuhi kebutuhan pokok,” ujarnya.

Sementara mewakili Bupati Alor Plh. Sekda Obed Bolang menekankan potensi wisata bahari taman laut, wisata diving dan snorkeling serta wisata budaya yang unik dan terkenal merupakan kekuatan kabupaten paling timur NTT.

Obed Bolang mengatakan, Alor memiliki potensi keindahan taman laut yang terkenal terindah kedua di dunia setelah Karibia, wisata diving dan snorkeling, bisa menjadi kekuatan untuk membangun hubungan satu kesatuan cincin pariwisata Lamaholot.

Kesatuan nilai budaya Lamaholot mesti dorong menjadi pintu masuk membangun kerja sama ekonomi kawasan antar tiga kabupaten tersebut dalam bentuk kawasan ekonomi khusus (KEK) atau koridor ekonomi yang dibuka berdasarkan regulasi yang berlaku dengan melibatkan Pemerintah Provinsi NTT sebagai fasilitator dan regulator.

Dr. Hamzah Wulakada mendorong agar pemerintah daerah tiga kabupaten di kepulauan Lamaholot dalam koordinasi pemerintah provinsi NTT membangun satu koridor ekonomi sebagai titik tumbuh baru ekonomi yang saling menguntungkan.

“Kita perlu mendorong satu koridor ekonomi baru di Lamaholot yang bermanfaat bagi kemajuan tiga kabupaten Flotim, Alor dan Lembata dalam spirit budaya warisan leluhur,” tegas Hamzah Wulakada.

Data menunjukkan, Wilayah Kabupaten Flores Timur didominasi oleh wilayah laut (69%) atau seluas 4.174,53 kilometer persegi, sementara luas daratannya hanya 1.812,85 kilometer persegi (Dinas Kelautan dan Perikanan Flores Timur, 2015). Dengan lanskap yang sebagian besar berupa wilayah laut, laut menjadi salah satu sumber kehidupan bagi masyarakat Kabupaten Flores Timur. Laut juga memiliki potensi yang sangat besar berupa sumber daya alam yang kemudian dimanfaatkan sebagai salah satu modal untuk pembangunan daerah di Kabupaten Flores Timur, salah satunya adalah sektor perikanan.

Flores Timur terkenal dengan produk ikan berkualitas, dan hal ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat lokal, tetapi juga oleh sebagian besar masyarakat di provinsi ini, terutama masyarakat di Pulau Timor (Kota Kupang dan sekitarnya). Hal ini dibuktikan berdasarkan hasil laut Kabupaten Flores Timur yang merupakan kabupaten ketiga dengan hasil laut (perikanan) terbanyak yaitu 15.156 ton, di bawah Kabupaten Alor di urutan pertama dengan 20.026,17 ton, dan Kabupaten Sikka di urutan kedua dengan 17.186 ton (Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Timur 2018, 2023a). Fakta ini semakin memperkuat bahwa ikan yang dihasilkan oleh Laut Flores Timur dapat mendukung kebutuhan masyarakat tidak hanya di Kabupaten Flores Timur, tetapi juga sebagian besar masyarakat Nusa Tenggara Timur (Dinas Kelautan dan Perikanan Flores Timur, 2015), dan sejalan dengan temuan Paulus et al. (2023).

Selain ikan, mutiara juga merupakan produk laut berharga dari Kabupaten Flores Timur. Komoditas mutiara dibudidayakan di Pulau Konga dan bagian barat Pulau Adonara, tepatnya di Desa Oyangbarang, Kecamatan Wotan Ulumado. Mutiara ini termasuk dalam kategori mutiara berkualitas terbaik, karena mutiara dari Indonesia termasuk dalam lima besar mutu terbaik di dunia. Mutiara dari Indonesia dikenal sebagai South Sea Pearl. Mutiara dari Laut Flores Timur merupakan salah satu penyumbang komoditas mutiara Indonesia yang diekspor ke luar negeri (Jepang, Hong Kong, dan Australia). Maka wajar apabila disimpulkan bahwa Kabupaten Flores Timur memiliki potensi unggulan dalam hal produk hasil laut.

Namun demikian, sebagaimana studi yang dilakukan oleh Nababan et al. (2020), permasalahannya adalah bahwa tingkat pemanfaatan dari potensi tersebut belum optimal. Fakta ini tentu cukup ironis, di tengah luasnya perairan laut Kabupaten Flores Timur yang memiliki hasil laut yang melimpah. Masyarakat dan pemerintah daerah belum mampu mengembangkan komoditas laut secara maksimal. Salah satu penyebabnya adalah masyarakat nelayan dan pemerintah daerah kesulitan dalam menentukan komoditas mana yang layak dan perlu dikembangkan, mengingat begitu banyaknya komoditas laut yang dihasilkan oleh Laut Flores Timur. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.