Luncurkan Program “Self-Defense” untuk Siswa SD/MI, Wakil Walikota Kupang: Pertahanan Diri Bukan Berkelahi

oleh -1765 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kupang – Pemerintah Kota Kupang resmi meluncurkan program self-defense (bela diri dasar) bagi siswa-siswi Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) se-Kota Kupang. Kegiatan ini dilaunching secara resmi oleh Wakil Walikota Kupang, Serena Francis, pada Senin pagi (4/8/2025) di halaman SD Inpres Naimata.

Dalam sambutannya, Wakil Walikota Kupang, Serena Francis memberikan apresiasi tinggi kepada para siswa yang selama beberapa pekan terakhir telah mengikuti pelatihan bela diri dasar. Hal ini terlihat dari penampilan puluhan siswa yang secara antusias memperagakan berbagai gerakan pertahanan diri di hadapan para tamu undangan.

“Program ini bukan untuk membuat anak-anak jadi petarung, tetapi sebagai bentuk perlindungan diri, terutama menghadapi berbagai potensi kekerasan, baik di sekolah maupun di luar lingkungan sekolah,” jelas Serena.

Ia menambahkan bahwa pendidikan di sekolah tidak cukup hanya soal ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter dan keberanian melindungi diri sendiri dan orang lain di sekitar.

Wakil Walikota juga menyampaikan apresiasi kepada para siswa yang telah berpartisipasi dalam penyelenggaraan upacara pagi itu.

“Saya bangga karena anak-anak tidak hanya bisa tampil dalam latihan bela diri, tapi juga tampil luar biasa sebagai petugas upacara pagi ini. Itu menunjukkan pembinaan karakter yang holistik di sekolah,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Ambo, yang juga menjadi perancang gerakan pelatihan ini, menegaskan bahwa program ini murni untuk kepentingan perlindungan anak.

“Anak-anak dilatih agar punya kemampuan dasar untuk membebaskan diri saat ada serangan fisik. Minimal bisa melepaskan diri, berteriak, lari, dan mencari pertolongan,” ujar Ambo.

Ia menekankan bahwa pelatihan ini jauh dari unsur kekerasan dan bukan untuk ‘baku pukul’, melainkan bekal bagi anak-anak menghadapi situasi darurat secara aman.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Drs. Dumuliahi Djami, seluruh kepala sekolah SD negeri se-Kota Kupang, serta para guru dan orang tua siswa.

Program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun kesadaran keamanan dan perlindungan sejak usia dini di lingkungan sekolah

Acara launching dihadiri 10 sekolah sebagai sampel yang diwakili para kepala sekolah dan guru olah raga, serta delapan orang peserta didik sebagai utusan. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.