Kondisi Terkini Korban Bencana Tanah Longsor di Lamba Leda

oleh -1418 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Borong – Kapolsek Lamba Leda, Iptu Aris Ahmad mengatakan pada Sabtu, 24 Januari 2026, Tim gabungan melakukan pencarian korban bencana alam tanah longsor di Kampung Pau Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ia menyampaikan, dampak bencana alam tanah longsor mengakibatkan sebanyak empat rumah tertimbun material tanah longsor, dengan identitas pemiliknya, yaitu:

  1. KONGRADUS LASA, 57 tahun, laki-laki, petani, katolik, alamat Kampung Pau Desa Goreng Meni Kecamatan Lamba Leda. Kondisi rumah tertimbun material tanah longsor. Rumah beratap seng, lantai semen, berdinding papan, ukuran 7 x 8 meter.
  2. ARDIANUS MATRIS, 45 tahun, laki-laki, katolik, alamat Kampung Pau Desa Goreng Meni Kecamatan Lamba Leda. Kondisi rumah tertimbun material tanah longsor. Rumah beratap seng, lantai semen, berdinding setengah tembok, ukuran 6 x 7 meter.
  3. POLUS HASMIN, 45 tahun, laki-laki, katolik, alamat Kampung Pau Desa Goreng Meni Kecamatan Lamba Leda. Kondisi rumah rusak ringan. Rumah beratap seng, lantai semen, berdinding bata/tembok, ukuran 7 x 8 meter.
  4. LORENSOIS SUMA, 45 tahun, laki-laki, katolik, alamat Kampung Pau Desa Goreng Meni Kecamatan Lamba Leda. Kondisi rumah rusak ringan. Rumah beratap seng, lantai semen, berdinding papan, ukuran 6 x 7 meter.

Empat orang Korban dengan identitas, yakni:

  1. THERESIA RESEM, (50) Petani, alamat Tontong Desa Compang Weluk Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur. Korban sudah satu minggu berada di dalam rumah saudara KONGRADUS LASA untuk berobat tangannya yang patah, korban merupakan saudari kandung dari KONGRADUS LASA.
  2. ALBINA RIA, (45) petani alamat Pau Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur. Korban saat itu sedang berada di dalam rumahnya sendiri (korban merupakan istri dari KONGRADUS LASA)
  3. YUSTINA MIRA, (18) pelajar alamat Pau Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda. (anak dari KONGRADUS LASA)
  4. APRI NIKOLAUS ACAN, (3) alamat kampung Pau Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, anak dari KONGRADUS LASA.

“Dari keempat korban tersebut dua orang dinyatakan hilang tertimbun material tanah longsor yakni, THERESIA RESEM dan YUSTINA MIRA, hingga saat ini belum ditemukan,” kata Kapolsek via WhatsApp.

Dua orang warga mengalami luka-luka, dan telah dievakuasi ke Puskesmas Benteng Jawa, yakni ALBINA RIA dan APRI NIKALAUS ACAN.

Kapolsek menyebutkan bahwa pada Kamis, 22 Januari 2025, pukul 24.00 Wita korban yang dievakuasi ke Puskesmas Benteng Jawa ALBINA RIA meninggal dunia dan disemayamkan di rumah keluarga Hubertus Hubun di Kampung Para Ngkeling, Desa Goreng Meni dan pada pukul 16.00 Wita almarhumah ALBINA RIA dikebumikan di pekuburan umum Kampung Pau, Desa Gorong Meni.

“Korban APRI NIKALAUS ACAN sudah bisa dipulangkan dan dilakukan perawatan jalan dan saat ini dirawat di rumah Hubertus Hubun,” jelasnya.

Material longsor juga merusak persawahan milik warga sebanyak 38 KK menyebar di tiga kampung yaitu kampung Pau, Rentung dan Tuwa, tambak ikan sebanyak satu, ternak jenis kerbau empat ekor mati, dan dua ruang kelas SDK Meni.

“Tumpukan material longsor juga menimbun kebun kopi, kebun kemiri dan kebun cengkeh milik warga,” sebutnya.

Selain itu, kata Kapolsek, fasilitas umum yang rusak akibat tanah longsor yaitu saluran irigasi Wae Nua rusak berat dan irigasi Wejang Rating rusak berat.

Jumlah Warga dari kampung Tuwa yang mengungsi sebanyak 67 Kepala Keluarga kurang lebih 200 jiwa dan jumlah warga dari kampung Pau yang mengungsi sebanyak 89 KK kurang lebih 500 jiwa, warga tersebut mengungsi dirumah keluarga dikampung Rentung dan kampung Golo Pote Desa Goreng Meni Kecamatan Lamba Leda.

HARI KE-2 PENCARIAN KORBAN AKIBAT TERTIMBUN MATERIAL TANAH LONGSOR

Pada pukul 07.00 Wita Tim gabungan melakukan pencarian korban di lokasi tanah longsor di kampung Pau, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur. Upaya yang dilakukan oleh Tim gabungan pencarian mengunakan alat penyemprotan air dan secara manual.

Pada pukul 11.20 wita Dandim 1612 Manggarai LETKOL Arh. Amos Comenius Silaban, S.H., M.M., ditiba di lokasi longsor untuk meninjau dan memantau pencarian korban yang tertimbun material tanah longsor.

Tim Pencarian/Evakuasi Korban bencana alam tanah longsor terdiri dari:

  1. Polsek Lamba Leda Utara sebanyak 10 personil di bawah Pimpinan Kapolsek Lamba Leda Utara IPTU ARIS AHMAD, S.I.Pem.
  2. Pos SAR Labuan Bajo sebanyak lima orang dibawah pimpinan EDI SUIYONO jabatan Penata IIIa.
  3. BPBD Kabupaten Manggarai Timur
  4. Koramil 1612-05 Elar sebanyak empat personil dibawah pimpinan Danramil Peltu ABROU
  5. Brimob Kompi C Manggarai sebanyak 12 personil dibawah pimpinan Danki IPTU SOLEMAN W. TALLO, SH
  6. Kecamatan Lamba Leda dibawah pimpinan Camat Lamba Leda VITALIS EDMUNDUS BURU LANA, S.sos.
  7. Masyarakat Desa Gorong Meni Utara

Diduga ke dua korban tersebut tertimbun material longsor dan hingga saat ini belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian mengunakan alat penyemprotan air dan secara manual.

Kendala yang dialami oleh Tim gabungan pencarian adalah kurangnya peralatan yang digunakan, medan yang sulit, kondisi longsoran banyak bebatuan, sehingga belum bisa ditemukan kedua korban tersebut.

Pada hari Minggu tanggal 25 Januari 2026, akan dilanjutkan pencarian korban yang tertimbun material tanah longsor. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.