RADARNTT, Kupang – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena mengapresiasi wartawan yang menggelar diskusi publik dengan tema “Membedah dan Mengawal Visi Ekonomi Kepala Daerah di NTT” yang dilaksanakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTT dalam rangka memperingati Ulang Tahun PWI ke 79 sekaligus Peringatan Hari Pers pada tanggal 9 Februari lalu.
Diskusi Publik bertempat di Aula Fernandez Kantor Gubernur NTT pada Senin, 24 Maret 2025 yang dihadiri juga Wakil Gubernur NTT, Johanis Asadoma.
Gubernur NTT Melki Laka Lena dalam sambutannya mengapresiasi PWI NTT yang menyelenggarakan diskusi publik tersebut yang tentu memberikan kontribusi bagi visi ekonomi Kepala Daerah.
”Apresiasi kepada teman-teman wartawan yang menyelenggarakan diskusi ini dan juga selamat ulang tahun kepada PWI yang telah memasuki usia ke-79,” kata Gubernur.
”Tema tema yang diambil dalam diskusi ini yaitu ’Membedah dan Mengawal Visi Ekonomi Kepala Daerah Di NTT’. Ini sesuai dengan gerakan bersama Gubernur dan Bupati/Walikota se-NTT yang ingin agar ada pertumbuhan ekonomi serta peningkatan ekonomi bagi daerah ini,” kata Melki Laka Lena.
Ia juga menegaskan bahwa selama satu minggu terkahir bersama para Bupati dan Walikota berada di Jakarta untuk mendatangi beberapa menteri membicarakan sinkronisasi program pembangunan yang nantinya menjadi perhatian khusus pemerintah pusat.
”Saya bersama para Bupati/Walikota pergi ke Jakarta selama 1 minggu dan menemui beberapa menteri untuk membicarakan dan mensinkronisasikan rencana program pembangunan oleh Pemerintah Provinsi NTT serta Pemerintah Kabupaten/Kota untuk nantinya menjadi perhatian khusus pemerintah pusat dengan dukungan yang akan diberikan pada kita,” ujarnya.
Gubernur Melki menjelaskan, banyak kementerian yang dikunjungi mengapresiasi tindakan ini karena baru pertama kali dalam sejarah Gubernur bersama seluruh Bupati/Walikota yang secara bersama-sama bertemu para jajaran menteri untuk membicarakan rencana program pembangunan.
”Banyak sekali kementerian yang kami kunjungi dan tatap muka bersama setiap menteri dan jajarannya untuk membicarakan tujuan kami. Kami juga mendapatkan apresiasi karena beberapa menteri bilang bahwa untuk pertama kali dalam sejarah ada Gubernur bersama seluruh Bupati/Walikota yang secara bersama-sama bertemu para jajaran menteri untuk membicarakan rencana program pembangunan,” jelas Melki Laka Lena.
Ia mengungkapkan, setiap Kepala Daerah ingin agar ekonomi daerah terus bergerak naik semaksimal mungkin melalui komitmen bersama.
”Setelah pertemuan di Jakarta itu kemarin, kami mencatat semua target dan indikator parameternya hingga dampak yang dapat dihasilkan bagi NTT dari semua sektor pembangunan untuk peningkatan ekonomi,” kata Melki Laka Lena.
Ia menambahkan, pihaknya juga berjumpa dengan para jurnalis asal NTT di Jakarta yang bekerja di beberapa media nasional untuk terus berkontribusi bagi pembangunan di NTT.
”Kami juga bertemu dengan para jurnalis asal NTT di Jakarta yang bekerja di beberapa media nasional. Jadi jurnalis di sana ada kerinduan untuk terus berkontribusi bagi pembangunan di NTT. Oleh karena itu Saya juga minta kepada mereka untuk mengawal semua komitmen kami bersama Pemerintah Pusat untuk dapat dilaksanakan dengan baik,” kata Gubernur Melki.
Dia juga berkomitmen untuk mengembangkan iklim investasi yang baik di Provinsi NTT pada semua level pemerintahan baik di desa hingga kabupaten/kota dan provinsi.
”Kami juga berkomitmen untuk kembangkan iklim investasi yang baik bagi daerah. Kita ingin ada iklim investasi di NTT yang baik. Jadi kita kerjakan dengan benar investasinya dalam skala apapun baik di desa hingga kabupaten dan provinsi,” ungkap dia.
Melki Laka Lena menambahkan, para kepala daerah berkomitmen bersama membangun Mall Pelayanan Publik se-NTT paling lambat bulan Juni 2025 agar nantinya dapat beroperasi dengan profesional untuk perizinan usaha dan ada kemudahan investasi.
“Kami juga menyepakati komitmen bersama bahwa Mall Pelayanan Publik se-NTT akan kita bangun selambat-lambatnya bulan juni 2025. Kita rencanakan dengan baik agar nantinya dapat beroperasi dengan profesional untuk perizinan usaha dan ada kemudahan investasi. Kalau ada yang mau berinvestasi dan ingin punya usaha dibidang tertentu maka bila persyaratannya lengkap maka izinnya sudah bisa diterbitkan. Kita mau agar ada kemudahan dalam berinvestasi dan berwirausaha. Jadi kita akan dukung siapa saja yang ingin menjadi wirausaha. Siapa yang berminat, punya kemampuan, punya potensi dan kapasitas untuk jadi pengusaha maka silahkan untuk berwirausaha,” tandasnya.
Ketua PWI NTT Hilarius Ferry Jahang dalam sambutannya mengungkapkan diskusi tersebut juga untuk melihat dan menyatukan kesamaan visi dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah sehingga tetap dalam gerak langkah untuk menyelesaikan persoalan yang ada seperti pengentasan kemiskinan.
Ferry Jahang mengatakan bahwa Diskusi Ekonomi NTT yang digelar di kantor Gubernur NTT itu merupakan diskusi rutin yang dilaksanakan setiap hari pers nasional.
“Tahun lalu PWI NTT menggelar diskusi terkait efek APBN terhadap pembangunan di NTT,” ujar dia.
Ferry juga membahas tentang kunjungan Gubernur NTT dan seluruh kepala daerah se-NTT ke Jakarta untuk bertemu dengan sejumlah Menteri adalah ada bukti pemerintah NTT menurunkan ego kedaerahan sehingga tekad mengentaskan kemiskinan di NTT semakin dipercepat.
Dia juga menambahkan bahwa diskusi terkait ekonomi ini juga direncanakan akan dilakukan tiga sampai enam bulan sekali, sebab PWI NTT berkeyakinan bahwa setiap gagasan dan program untuk kepentingan masyarakat harus bisa diperdebatkan secara terbuka oleh berbagai pihak.
Diskusi tersebut menghadirkan pembicara dari berbagai pihak diantaranya Plt Dirut Bank NTT, Pakar Ekonomi dari Universitas Kristen Indonesia, Deputi Kepala Bank Indonesia dan Asisten Setda Kota Kupang. (TIM/RN)







