RADARNTT, Kalabahi – Festival Wisma Raya Kabupaten Alor bukan sekadar acara tahunan tetapi gerakan bersama untuk mewujudkan Kabupaten Alor sebagai pusat pariwisata berkelas dunia.
Demikian disampaikan Staf Khusus Kepresidenan Bidang UMKM dan Pemasaran Digital, Tiar N. Karbala S.Mn, M.SC dalam sambutannya membuka kegiatan Festival Wisma Raya Alor ke l tahun 2025 yang berlangsung di Stadion Mini Kalabahi Kabupaten Alor Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin, (13/10/2025).
Tiar mengatakan, semangat untuk merayakan Festival lokal, ajang menunjukkan kepada Indonesia dan dunia bahwa Alor bukan hanya kaya sebuah destinasi tapi Alor adalah pengalaman berharga yang mahal karena Alor memiliki segalanya.
“Alor lautnya indah, budayanya hidup, tenun yang mengikat dan masyarakat yang penuh senyum. Ini kekuatan pariwisata berbasis lokal dan kebudayaan yang tidak bisa dicontohkan di Kabupaten Kota lainnya,” ungkap Tiar Karbala.
Pariwisata Kabupaten Alor, jelas Tiar, bukan sekadar hiburan tapi pariwisata adalah ekosistem ekonomi rakyat yang menyatukan banyak aspek. Untuk itu, berbicara pariwisata bukan masalah pantai, gunung, bukan sekadar makanan, restoran. Tapi pariwisata adalah ekosistem yang banyak mempertemukan para stakeholder.
“Jadi kita tahu pariwisata itu dikembangkan oleh UMKM, ekonomi kreatif, teknologi dan pelestarian budaya. Inilah yang disebut pariwisata berkelanjutan yang mensejahterakan masyarakat dari Wisma Raya,” sebutnya.
Selain itu, menurut Tiar peran teknologi juga sangat penting. Melalui digitalisasi Alor bisa hadir dilayar kaca dunia, dilayar TV, di channel YouTube, tiktok dan juga Instagram.
“Dan melalui promosi destinasi lewat media sosial, penjualan produk UMKM hingga penggunaan data wisata untuk mengelola potensi daerah secara lebih cerdas,” lanjut Tiar Karbala.
Dan melalui pilar kemandirian ekonomi dan pemerataan pembangunan, kata Tiar Karbala, Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan dan menguatkan sektor UMKM, sektor Pariwisata dan ekonomi daerah agar tidak hanya tumbuh di kota besar akan tetapi juga di Kabupaten Kota dan pulau pulau lainnya seperti di kabupaten Alor.
Oleh karena itu, tegasnya, pariwisata Alor harus mendapat dukungan dalam bentuk akses teknologi, bentuk edukasi, dan kolaborasi antar daerah.
“Masa depan bangsa dimulai dari daerah dari rakyat. Kita dukung Wisma Raya, kita kolaborasi dengan semangat gotong royong untuk memajukan pariwisata di Kabupaten Alor,” tandasnya yakin.
Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo juga mengatakan, saat ini sedang berada pada era yang ditandai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat. Dimana setiap daerah atau negara dituntut berpacu melakukan adaptasi secara cepat dan tepat sehingga tidak tergilas oleh perkembangan global termasuk kompetisi di sektor pariwisata dunia yang terus tumbuh subur di Kabupaten Alor yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari perputaran roda dunia.
Oleh karena itu, Rocky Winaryo mengajak untuk bersatu mengayun langkah dan terus berjuang untuk mewujudkan visi besar yaitu Kabupaten Alor yang aman, damai, sejahtera, demokratis, maju dan berkelanjutan. Melalui program Pemerintah Daerah yakni Gerakan Membangun Dari Timur (Gerbang Timur) dengan spirit Alor Berkemas.
Menurut Rocky, Kabupaten Alor merupakan salah satu kabupaten yang terus bersinar dan menjadi primadona bagi wisatawan.
“Kapal kapal mewah dari berbagai negara yang maju di dunia terus berdatangan membawah ratusan wisatawan manca negara ke bumi Nusa Kenari. Ada juga yang menggunakan pesawat,” sebut Wakil Bupati Rocky.
Menurutnya, keindahan alam Alor yang terbentang luas terbentuk dari 15 gugusan pulau di 18 kecamatan berpadu dalam keaneka ragaman suku, budaya, bahasa, adat istiadat dan agama warisan para leluhur merupakan anugerah yang mulia dari sang pencipta yang harus dijaga dan dilestarikan di garis batas NKRI.
“Ada Dugong di Mali. Kita juga miliki kampung kampung adat yang telah dikenal di dunia seperti Takpala, Mata Lafang, Monbang, dan kekhasan budaya tradisional dari kulit kayu dan juga kampung adat Bampalola. Juga pantai-pantai indah dari barat pulau Kangge yaitu Wato Peni hingga ke Timur pantai Welolo di Alor Timur,” beber Rocky.
“Untuk daerah tropis ada di Alor kecil terdapat suhu air laut dingin dan Periuk tumbuh dari tanah di daerah Subo Kecamatan Alor Selatan,” lanjut mantan anggota DPRD Provinsi NTT.
Selanjutnya, Ketua DPRD Kabupaten Alor Paulus Brikmar mengatakan, Kabupaten Alor mempunyai potensi wisata yang cukup beragam dan indah.
“Namun kami diperhadapkan dengan tantangan infrastruktur menuju ke tempat tempat wisata. Oleh karena itu, melalui kegiatan Wisma Raya ini pemerintah dapat memperhatikan infrastruktur menuju ke tempat tempat wisata,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia pelaksanaan Wisma Raya juga kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Alor Muhamad Baesaku dalam laporannya mengatakan, Wisma Raya merupakan program Pemerintah Daerah yang berada pada pilar percepatan transformasi ekonomi Gerbang Timur dengan spirit Alor Berkemas.
Menurut Baesaku, kegiatan ini seharusnya dilaksanakan pada bulan Maret tahun 2026 bertepatan dengan kunjungan wisatawan. Namun kegiatan padat di daerah ini maka kegiatan Wisma Raya dilaksanakan di bulan Oktober tahun 2025.
“Ada dua tempat kegiatan Wisma Raya yakni berlokasi di Stadion Mini Kalabahi untuk beberapa kegiatan lomba yakni karnaval budaya yang diikuti 18 kecamatan dan 8 paguyuban dan juga ada beberapa kegiatan lainnya dilaksanakan di Alor Kecil,” jelas Baesaku.
Kabupaten Alor dikenal memiliki keindahan alam yang luar biasa serta kekayaan budaya yang unik, menjadikannya salah satu destinasi wisata potensial di NTT. (NB/RN)







