Dukung Pelestarian Laut dan Ekonomi Masyarakat, MPMX Luncurkan Program Transplantasi Terumbu Karang di Labuan Bajo

oleh -174 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Labuan Bajo – PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (“MPMX”) terus memperkuat komitmennya dalam implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui peluncuran program transplantasi terumbu karang di Desa Pasir Putih, Pulau Messah, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Program ini merupakan bagian dari inisiatif MPM Green Action 2026, yang berfokus pada pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat di wilayah operasional perusahaan. Acara peluncuran program berlangsung Kamis, (16/4/2026).

Sebagai salah satu ekosistem paling penting di laut, terumbu karang memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Tidak hanya menjadi habitat berbagai biota laut, terumbu karang juga berkontribusi dalam melindungi garis pantai dari abrasi serta mendukung sektor perikanan dan pariwisata bahari. Di wilayah seperti NTT, yang dikenal memiliki potensi unggulan di sektor pariwisata bahari, keberadaan terumbu karang menjadi faktor kunci dalam menunjang keberlanjutan lingkungan sekaligus sumber penghidupan masyarakat pulau dan pesisir.

General Manager Corporate Communication & Sustainability, Natalia Lusnita menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan langkah konkret perusahaan dalam menghadirkan dampak jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat di wilayah operasional.

“Kami menyadari bahwa keberlanjutan lingkungan memiliki keterkaitan erat dengan keberlanjutan sosial dan ekonomi masyarakat. Melalui program transplantasi terumbu karang ini, MPMX tidak hanya berupaya menjaga ekosistem laut, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Program ini dirancang sebagai inisiatif jangka panjang agar dapat memberikan dampak yang lebih terukur dan berkelanjutan,” ujar Natalia.

Inisiatif ini melanjutkan komitmen MPMX dalam pelestarian lingkungan di wilayah NTT. “Sebelumnya pada 2022-2025, kami telah melakukan penanaman 100.000 mangrove di Desa Golo Sepang yang terintegrasi dengan program pemberdayaan masyarakat yaitu budi daya kepiting bakau dan pembinaan UMKM berbasis potensi lokal. Keberhasilan program tersebut membuat kami melihat masih terdapat aspek lingkungan lain yang perlu mendapatkan perhatian, sekaligus memiliki potensi untuk dikembangkan dalam mendukung perekonomian masyarakat. Kami percaya, kolaborasi dengan pemangku kepentingan, termasuk masyarakat lokal dan
otoritas kawasan, menjadi kunci agar program ini dapat berjalan konsisten dan memberikan manfaat jangka panjang,” jelas Natalia.

Pemilihan Pulau Messah sebagai lokasi program dilakukan berdasarkan hasil rekomendasi dan koordinasi dengan Balai Taman Nasional Komodo. Melalui kajian yang dilakukan, Pulau Messah diidentifikasi sebagai salah satu lokasi prioritas yang mengalami kerusakan terumbu karang yang cukup signifikan. Selain itu, Pulau Messah berada di kawasan penyangga Taman Nasional Komodo yang memiliki peran penting dalam mendukung kelestarian ekosistem di kawasan konservasi tersebut.

Program ini diawali dengan kegiatan silaturahmi yang diadakan pada bersama Kepala Desa Pasir Putih Labuan Bajo, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga setempat. Kemudian dilanjutkan dengan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pelestarian terumbu karang dan ekosistem laut, yang secara khusus menyasar para nelayan yang aktif beraktivitas di kawasan perairan sekitar Taman Nasional Komodo.

Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan mendorong praktik pemanfaatan sumber daya laut yang lebih ramah lingkungan. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan tahap awal, dilaksanakan juga pelatihan pembuatan media coral nursery yang diikuti oleh perwakilan Pokdarwis Desa Pasir Putih. Pelatihan ini bertujuan untuk mendukung pengembangan salah satu daya tarik wisata lokal di Pulau Messah, yaitu aktivitas penanaman baby coral, sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam upaya pelestarian ekosistem laut secara berkelanjutan.

Mustaming, S.Pd.I selaku Kepala Desa Pasir Putih Labuan Bajo menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan oleh MPMX melalui program transplantasi terumbu karang ini. Ia menyambut baik kehadiran program tersebut dan menyatakan kesiapan lembaga desa serta masyarakat untuk berkolaborasi dalam mendukung pelaksanaannya. Menurutnya, upaya pelestarian ekosistem laut yang diiringi dengan pengembangan potensi ekonomi masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang, baik bagi keberlanjutan lingkungan maupun peningkatan kesejahteraan warga Pulau Messah.

Target di tahun ini, MPMX akan melakukan penanaman 500 bibit terumbu karang menggunakan 20 unit spider frame sebagai media transplantasi. Ke depan, program ini dirancang tidak hanya berfokus pada aspek pelestarian lingkungan, tetapi juga akan dikembangkan dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui identifikasi potensi lokal yang dapat mendukung peningkatan ekonomi warga secara berkelanjutan.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, MPMX berupaya menghadirkan program yang tidak hanya memberikan dampak lingkungan, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Manggarai Barat, Fransiskus Sales Sodo yang dihubungi terpisah mengatakan, pemerintah daerah Manggarai Barat mengapresiasi inisiatif baik dari PT MPMX dalam menjaga ekosistem laut di daerah melalui program transplantasi terumbu karang yang sangat bermanfaat bagi kelestarian ekosistem laut dan ekonomi masyarakat setempat.

“Pada prinsipnya Pemerintah Daerah sangat mendukung dan mengapresiasi Perusahan MPMX yang telah menerapkan Prinsip ESG di Kabupaten Manggarai Barat. Aktivitas penanaman Terumbu Karang adalah bagian dari tanggung jawab lingkungan perusahaan untuk menjaga dan menjamin keberlanjutan ekosistem laut,” ujar Sekda.

Demikian juga dengan kegiatan tanggungjawab sosial terhadap Pemberdayaan Masyarakat merupakan bagian yang penting untuk menjamin perusahan tumbuh dan berinteraksi secara harmonis dan konstruktif dengan lingkungan dan masyarakat lokal untuk menjamin keberlanjutan Ekosistem Laut.

“Kami atas nama pemerintah daerah Manggarai Barat sangat mendukung inisiatif peluncuran program ini. Semoga terus bertumbuh dan berkembang baik sehingga ke depan dapat direplikasi ke lokasi lainnya,” tandas Sekda. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.