Berbalut Kabut Tebal Upacara Hari Lahir Pancasila SMKN Tunua Molo Utara Berlangsung Khidmat

oleh -64 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Soe – Meski cuaca berbalut kabut yang menyelimuti wilayah Kecamatan Molo Utara, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Tunua tetap khidmat melaksanakan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, Selasa, 2 Juni 2026. Upacara yang digelar di halaman sekolah itu diikuti seluruh murid dan guru dengan penuh semangat nasionalisme.

Kabut tebal yang turun sejak pagi tidak menyurutkan langkah para peserta upacara. Justru kondisi tersebut dimaknai sebagai simbol bahwa persatuan dan kesatuan bangsa harus tetap kokoh meski diterpa berbagai tantangan.

“Cuaca boleh berkabut, tapi semangat kami untuk mengamalkan Pancasila tidak boleh pudar. Justru ini mengingatkan kita bahwa dalam situasi apapun, persatuan adalah kunci,” ungkap salah satu guru SMKN Tunua.

Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala SMKN Tunua membacakan amanat tentang pentingnya menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan sekolah. Ia menekankan nilai gotong royong, toleransi, dan disiplin harus terus ditanamkan kepada para murid sebagai generasi penerus bangsa.

Seluruh rangkaian upacara berjalan lancar dan tertib. Para murid terlihat antusias mengikuti upacara dari awal hingga akhir. Lagu Indonesia Raya dan pembacaan teks Pancasila menggema di tengah udara dingin dan berkabut, menambah kekhidmatan suasana.

Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di SMKN Tunua ini menjadi bukti bahwa semangat kebangsaan tidak terhalang oleh kondisi alam. Bagi warga sekolah, momentum 1 Juni yang diperingati pada 2 Juni ini menjadi pengingat untuk terus merawat keberagaman dan memperkuat persatuan, mulai dari lingkungan sekolah.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan bangsa dan Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Untuk diketahui, dalam sidang pertama BPUPKI pada 29 Mei – 1 Juni 1945, para tokoh bangsa menyampaikan gagasannya mengenai dasar negara. Pada tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno menyampaikan pidato monumental yang berjudul “Lahirnya Pancasila”, dan mengusulkan lima prinsip sebagai dasar negara: Kebangsaan Indonesia. (AB/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.