RADARNTT, Ruteng – Berbela rasa dengan anak-anak, orang lanjut usia (lansia) dan disabilitas penyintas Gempa Flores Anggota DPRRI Fraksi Partai NasDem Julie Sutrisno Laiskodat turun langsung bertemu korban gempa di sejumlah titik pengungsian di Ruteng Kabupaten Mangggarai Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Di tengah hari-hari yang berat setelah gempa, saya bertemu dengan saudara-saudara kita penyandang disabilitas yang mengungsi di sebuah bengkel mebel di Jalan Gewak, Ruteng. Tempat yang biasanya digunakan untuk bekerja itu kini menjadi ruang aman bagi puluhan warga, termasuk anak-anak yang masih menyimpan trauma,” kata Julie di Ruteng, Jumat (21/8/2026).
Julie Laiskodat merasa haru atas kondisi penyintas bencana yang sungguh mengoyak rasa kemanusiaannya di tengah derita yang mendalam banyak anak-anak, para lansia dan penyandang disabilitas.
“Kisah mereka mengingatkan saya bahwa dalam keadaan darurat, setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda. Bagi penyandang disabilitas, proses menyelamatkan diri, mendapatkan informasi, beristirahat dengan nyaman, hingga memulihkan rasa aman membutuhkan perhatian dan pendampingan yang tepat,” tegas Julie Laiskodat.
Karena itu, lanjutnya, bantuan untuk mereka perlu terus hadir seiring proses pemulihan berjalan. Makanan, air, selimut dan tempat tinggal memang penting, tetapi perhatian, pendampingan psikologis, serta rasa aman juga menjadi bagian dari kebutuhan kemanusiaan.
“Saya terharu melihat seorang warga membuka bengkelnya bagi mereka yang membutuhkan tempat berlindung. Dari ruang sederhana itu, kita belajar bahwa kepedulian dapat tumbuh di mana saja, terutama ketika kita memilih untuk hadir bagi sesama,” ungkapnya.
Julie Laiskodat menegaskan, semoga para pengungsi di Jalan Gewak dan seluruh warga yang terdampak gempa diberi kekuatan untuk melewati masa sulit ini. Tidak boleh ada satu pun kelompok yang tertinggal dalam proses pemulihan. Setiap manusia berhak merasa aman, dihargai, dan didampingi hingga benar-benar mampu kembali menata kehidupannya.
Dia tidak sendirian, turut mendampingi Julie Laiskodat bersama suami tercinta Viktor Bungtilu Laiskodat, sejumlah fungsionaris dan kader Partai NasDem tingkat Provinsi NTT dan Kabupaten Manggarai.
Diketahui, Gempa Tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026 telah menimbulkan korban jiwa, luka-luka, kerusakan bangunan, kepanikan dan pengungsian dalam jumlah besar. Pemerintah mencatat ada 70 orang meninggal, 1.182 orang luka-luka dan sekitar 40.040 warga berada di tenda atau lokasi pengungsian.
Namun ancaman belum berakhir. Hingga saat ini, BMKG telah mencatat lebih dari 3.000 gempa susulan, sementara gempa Magnitudo 2,7 kembali mengguncang dengan episentrum sekitar 13 kilometer utara Ruteng Manggarai pada Sabtu, 22 Agustus sore. Warga disarankan tetap hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi. (TIM/RN)









