RADARNTT, Borong – Pasangan Bakal Calon Bupati Agas Andreas dan Bakal Calon Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Sukur menggelar acara wuat wa’i di Gendang Toka, Desa Nanga Labang, Kecamatan Borong, belum lama ini.
Dalam acara yang dihadiri ratusan masa, Bakal Calon Wakil Bupati Tarsisius Sukur mengakui rezim kepemimpinan Agas Andreas Manggarai Timur mengalami perubahan yang cukup signifikan.
Kata Tarsi, berpasangan dengan mantan Bupati Matim Agas Andreas adalah pilihan yang tepat. Bagi Tarsi, Agas Andreas sangat cocok menjadi pemimpin daerah.
“Pa Ande dimata saya adalah sosok yang amat luar biasa. Ia sudah 15 tahun menjadi pemimpin Manggarai Timur. Selama itu juga saya berada disamping. Menjadi saksi mata. Dan saat itu pa Ande saya memahami dan merasakan pa adalah cocok menjadi pemimpin di Manggarai Timur,” kata Tarsi Sukur.
Dia mengaku, beberapa tahun silam Agas Andreas merupakan rivalnya dalam kanca perpolitikan daerah. Terakhir, pada 2018 Tarsisius Sukur berpasangan dengan Yosep Biron Aur (TABIR) sedangkan, Agas Andreas berpasangan dengan almarhum Jaghur Stefanus dengan akronim ASET. Kala itu, KPUD Matim menetapkan TABIR bertengger di posisi kedua. Sedangkan Posisi pertama ditempati ASET.
Selanjutnya, tahun 2019 Tarsisius Sukur kembali terpilih menjadi anggota DPRD Fraksi PKB. Selama 5 tahun berjalan Tarsisius Sukur mendapatkan hal luar biasa terhadap perubahan infrastruktur jalan, jembatan, gedung, dan air minum bersih secara masif. Selain itu juga, bidang kesehatan juga mengalami peningkatan. Dari pembangunan gedung, hingga fasilitas kesehatan.
Karena itu, impian dan harapan Tarsisius Syukur sudah di wujud nyatakan oleh Agas Andreas.
“Dua periode yang telah lewat. Saya Tarsi Syukur menjadi partisipan, kontestan yang aktif. Sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati. Tetapi apa yang saya mimpikan, apa saya cita-citakan Agas Andreas sudah wujud nyatakan selama ia menjadi Bupati,” kata Tarsi.
Dia menjelaskan, dia mendampingi Agas Andreas merupakan pilihan tepat berdasarkan pertimbangan matang. Menurutnya, komunikasi politik antara Agas dan Tarsi sejak sebelum pileg Februari lalu. Saat itu, Tarsi mengaku fokus bekerja untuk memenangkan Pileg. Sehingga ia tidak menjawabnya pada saat itu.
Alhasil, penetapan Pileg pun Tarsi berhasil meraih suara terbanyak dari Partai PKB Daerah Pemilihan (Dapil) Borong dan Rana Mese. Ia dinyatakan menang. Kemenangan ini, bagi Tarsi menjadi barometer untuk mendampingi Agas Andreas dalam kontestasi pada pilkada November mendatang.
“Sehingga dia meminta persediaan saya untuk berpasangan di Pilkada ini maka saya menjawab pada saat itu, saya fokus Pileg. Ketika hasil pileg punya hasil yang baik, menjadi barometer untuk saya, bahwa keluarga Borong dan Rana Mese tetap percayakan saya menjadi bagian dalam pemerintahan ini,”ujar Tarsi.(Tim









