Provinsi NTT Meraih 5 Piala Juara Hindu Utsawa Dharma Gita Tingkat Nasional

oleh -1410 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Solo – Kontingen Hindu asal provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), berhasil meraih lima piala dalam ajang nasional Utsawa Dharma Gita (UDG) ke-15 tahun 2024.

Acara berlangsung pada 8–12 Juli 2024, di Kota Surakarta, Solo, Jawa Tengah, menjadi panggung kejayaan bagi Kontingen Hindu NTT dalam gelaran prestisius UDG Nasional ke-15.

UDG ini dibuka dengan gemerlap di Pura Mangkunegaran Solo, dihadiri oleh 1.561 peserta dari seluruh provinsi di Indonesia, terdiri dari 1.324 peserta dan 237 official.

Menteri Agama Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas, dengan hangat menyambut para peserta UDG dalam sambutannya yang penuh semangat.

“Dalam prinsip iman saya, siapa pun yang beriman adalah saudara bagi saya. Saya hadir di sini karena kita semua adalah saudara kemanusiaan,” ujarnya, disambut dengan tepuk tangan meriah dari hadirin.

Kompetisi UDG ke-15 tahun ini diwarnai oleh persaingan ketat antara umat Hindu dari berbagai provinsi, ditambah dengan penilaian ketat dari 51 Dewan Juri yang terpilih dengan cermat, termasuk 3 dari NTT: Ibu Ni Wayan Sunarsih, Anak Agung Gede Sayang Mega Putra, dan I Gusti Ngurah Made Budiana. Keberadaan mereka memberikan sentuhan profesionalisme dalam menjaga kualitas dan integritas kompetisi.

Provinsi NTT menunjukkan kehebatannya dengan meraih lima piala dalam berbagai kategori lomba UDG Nasional ke-15 tahun ini, yaitu:

  1. Juara 3 Tingkat Nasional: Dharma Wacana Bahasa Indonesia kategori Anak Putri, diraih oleh Ni Putu Wina Laksmi Annora.
  2. Juara Harapan 1: Membaca Sloka Dewasa Putra, dipersembahkan oleh I Gede Susila Arsana Putra dan I Gede Agus Parama Natha.
  3. Juara Harapan 1: Membaca Palawakya Remaja Putri, ditunjukkan oleh Ni Putu Kartika Wirastari dan Luh Setia Darmayuni.
  4. Juara Harapan 2: Dharma Wacana Bahasa Inggris Remaja Putri, dibawa pulang oleh Made Intan Dwijayanti.
  5. Juara Harapan 2: Menghafal Sloka Remaja Putri, berhasil diraih oleh Ni Putu Pratistha Aurora Genitri.

I Gede Agus Parama Natha salah satu peserta kegiatan dari NTT menyampaikan, keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para juara dari NTT, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus mengembangkan potensi keagamaan dan budaya di wilayah tersebut.

“Terima kasih kepada semua yang telah mendukung kontingen NTT, termasuk official, pelatih, dan Dewan Juri UDG Nasional ke XV 2024, yang telah menjaga integritas dan kualitas ajang ini,” ungkapnya.

Dia berharap, semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mengejar mimpi dan mengukir prestasi gemilang di masa depan.

Utsawa Dharma Gita adalah Lomba Nyanyian Suci Keagamaan Hindu, semacam Pesparani, Pesparawi dan MTQ.

Berdasarkan kitab suci Weda, Utsawa Dharma Gita pada hakekatnya adalah Phalasruti, Phalasloka dan Phalawakya. Phalasruti mengandung makna pahala dari bacaan kitab-kitab sruti atau wahyu yang pada umumnya disebut mantra yang berasal dari Hyang Widhi. Phalasloka adalah pahala dari bacaan kitab-kitab susastra Hindu seperti kitab Itihasa, yakni Ramayana dan Mahabarata. Phalawakya adalah tradisi membaca karya sastra Jawa Kuno, berbentuk prosa atau parwa.

Utsawa berarti festival atau lomba, sedangkan Dharma Gita adalah nyanyian suci keagamaan. Dengan demikian, Utsawa Dharma Gita adalah festival atau lomba nyanyian suci keagamaan Hindu. Utsawa Dharma Gita sebagai kidung suci keagamaan Hindu telah lama berkembang di masyarakat melalui berbagai pesantian, baik yang ada di Bali maupun di luar Bali. Sebelum menasional, Utsawa Dharma Gita menyelenggarakan Pemda Bali dalam bentuk lomba kekawinan dan kidung. (TIM/RN

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.