RADARNTT, Maumere – Komunitas Fajar Sikka, komunitas keberagaman gender dan seksualitas yang beranggotakan transpuan di Maumere, menggelar perayaan Natal Inklusif bertajuk Queer Christmas & Happy New Year yang dirangkaikan dengan konser mini.
Kegiatan ini berlangsung di Citraland Café Waioti, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Kamis (15/1/2026).
Perayaan ini mengusung semangat interseksionalitas, sebagai ruang aman dan inklusif bagi transpuan untuk mengekspresikan identitas, nilai kemanusiaan, serta talenta mereka di ruang publik.
Ketua Komunitas Fajar Sikka, Henderika Mayora Victoria, mengatakan kegiatan ini menjadi momentum penting bagi transpuan untuk menunjukkan keberadaan dan kontribusinya di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini inklusif. Kami, transpuan, ingin menghadirkan diri dan mengekspresikan kemampuan serta nilai-nilai baik kami kepada masyarakat Sikka. Kami ingin menunjukkan bahwa kami ada, bukan hanya di ruang domestik seperti dapur atau salon, dan bukan hanya terlihat saat karnaval, gerak jalan, atau momen politik,” ujar Mayora yang akrab disapa Bunda Mayora.
Menurutnya, selama ini transpuan kerap dilekatkan dengan stigma dan ruang peran yang terbatas. Melalui Queer Christmas dan konser mini, Fajar Sikka ingin membuka ruang baru bahwa transpuan memiliki bakat dan kapasitas yang beragam.
“Di panggung ini kami menyatakan diri kami hadir, dengan talenta sebagai penyanyi, lip-sync performer, dan bentuk seni lainnya. Ini panggung yang kami ciptakan sendiri untuk menunjukkan kemampuan kami,” tambahnya.
Bunda Mayora juga menegaskan bahwa kegiatan ini menghadirkan figur-figur transpuan dari berbagai latar belakang profesi.
“Kami menghadirkan tokoh-tokoh transpuan yang berprofesi sebagai guru, nelayan, penyuluh pertanian, dan lainnya. Di situlah kami menyatakan bahwa kami hadir di Sikka dengan nilai dan visibilitas yang jelas, sebagai manusia yang bermartabat dan bernilai,” tegas Anggota BPD Desa Habi.
Ia berharap, melalui kegiatan ini, masyarakat Maumere semakin terbuka dalam menerima keberagaman identitas gender.
“Harapan saya, orang-orang di Maumere bisa lebih terbuka menerima identitas yang beragam. Bakat dan talenta transpuan tidak boleh ditutup, tetapi harus dikembangkan dan ditunjukkan secara positif,” ujarnya.
Sementara itu, CC Geliting, selaku Ketua Event Organizer, menilai kegiatan ini sebagai bukti bahwa transpuan mampu menciptakan karya besar jika diberi ruang.
“Event ini menunjukkan bahwa ketika transpuan diberi panggung dan tempat yang layak, mereka pasti mampu melakukan karya-karya besar,” katanya.
Dukungan juga datang dari komunitas lintas kelompok minoritas. Ma Vera, Ketua GaYa Nusantara menyebut kegiatan ini sebagai awal yang baik di tahun 2026.
“Ini kegiatan yang sangat positif dan menjadi titik awal bagaimana komunitas keberagaman gender dan seksualitas mendorong terciptanya Kabupaten Sikka yang ramah terhadap manusia. Teman-teman transpuan bisa mengekspresikan ide dan bakat mereka, dan semoga ini mengajak komunitas minoritas lain untuk menunjukkan kualitas mereka,” ujarnya.
Apresiasi turut disampaikan oleh pihak venue. Yohana, pemilik Citraland Café Waioti, menyambut positif kolaborasi perdana bersama Fajar Sikka.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Meski baru pertama kali berkolaborasi, saya merasakan energi positif yang membuat acara hidup, menghibur, dan mendatangkan tamu. Sebagai owner café, saya melihat transpuan juga punya nilai jual yang positif, termasuk dalam dunia enterpreneur,” kata Yohana.
Kegiatan Queer Christmas & Happy New Year ini diikuti oleh sejumlah transpuan dari berbagai wilayah di Kabupaten Sikka, dengan rangkaian acara meliputi ibadah dan refleksi Natal inklusif, diskusi ringan tentang queer dan interseksionalitas, berbagi pengalaman komunitas, doa bersama dan aksi solidaritas, serta pertunjukan seni sederhana dalam bentuk konser mini.
Melalui kegiatan ini, Komunitas Fajar Sikka menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang aman, inklusif, dan bermartabat bagi keberagaman gender dan seksualitas di Kabupaten Sikka. (RA/RN)







