Frans Sales Sodo, Birokrat Tulen Meniti Karir dari Lurah hingga Sekda

oleh -998 Dilihat
banner 468x60

Fransiskus Sales Sodo, pria kelahiran Reo Manggarai Flores pada 28 Juli 1976 meniti karir birokrasi dari bawah hingga ke puncak sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Manggarai Barat yang kini masuk nominasi Calon Sekda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Frans kecil dibesarkan dalam keluarga sederhana, menamatkan pendidikan dasar di SD Negeri 2 Labuan Bajo Manggarai Barat, kemudian melanjutkan pendidikan sekolah menengah pertama di Seminari Santu Pius Kisol dan tamat SMA Negeri 1 Komodo.

Frans Sales Sodo menjalani studi ilmu pemerintahan di STPDN tahun 1999. Usai studi langsung bertugas sebagai Lurah Kiuola Kecamatan Noemuti Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) pada tahun 2000-2002.

Dia juga dipercayakan menjabat beberapa posisi di Sekretariat Daerah (SETDA) Kabupaten TTU, menjadi KASUBBAG Ketatalaksanaan dan Perpustakaan SETDA TTU tahun 2004-2006, KASUBBAG Kelembagaan SETDA TTU tahun 2006-2007, Kepala Bidang Pemerintahan Desa pada BPMD Kabupaten TTU tahun 2009-2010.

Nama Fransiskus Sales Sodo, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Barat, semakin menguat sebagai calon Sekda NTT. Hal ini menyusul keputusan panitia seleksi yang menetapkan Fransiskus Sales Sodo sebagai salah satu dari tiga besar calon terkuat untuk mengisi jabatan Sekda NTT.

Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi Madya (JPTM) Sekda NTT telah resmi mengumumkan tiga nama hasil seleksi berdasarkan kompilasi penilaian dari berbagai tahapan seleksi, termasuk uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada akhir Desember 2025. Dari hasil tersebut, Fransiskus Sales Sodo berada di urutan teratas daftar calon yang direkomendasikan.

Selain Fransiskus, dua nama lain yang masuk dalam tiga besar calon Sekda NTT adalah Servulus Bobo Riti, yang berasal dari Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), serta Ruth Diana Laiskodat, pejabat dari Organisasi Perangkat Daerah Provinsi NTT.

Pansel menyatakan bahwa penetapan tiga besar ini didasarkan pada evaluasi menyeluruh atas hasil tes kompetensi, administrasi, dan asesmen yang dilalui para calon. Selanjutnya, hasil rekomendasi tersebut telah diserahkan kepada Gubernur NTT untuk diproses lebih lanjut, termasuk pertimbangan dan pengusulan nama tunggal kepada Presiden Republik Indonesia melalui Menteri Dalam Negeri.

Penguatan nama Fransiskus Sales Sodo ini mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Anggota DPRD Provinsi NTT sebelumnya mendorong penetapan Fransiskus sebagai Sekda, dengan menilai pengalaman dan kapabilitasnya dalam birokrasi mampu menjembatani komunikasi antar lembaga di pemerintahan provinsi serta mendukung upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Proses pemilihan Sekda Provinsi NTT dilakukan melalui mekanisme seleksi terbuka dan profesional dengan melibatkan berbagai tahapan penilaian yang ketat. Penetapan pejabat definitif selanjutnya akan menunggu keputusan akhir dari pemerintah pusat.

(Kompilasi berbagai sumber)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.