Mahasiswa STIPAS Kupang Tampil Kreatif di Panggung Expo Panggilan

oleh -1356 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kupang – Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pastoral (STIPAS) Keuskupan Agung Kupang menampilkan berbagai kreativitas di panggung Expo Panggilan yang diselenggarakan di Gereja Katolik Santo Fransiskus Asisi BTN Kolhua.

Kegiatan berlangsung dari tanggal 8–11 Mei 2025 dengan tema “Peziarah Pengharapan: Menjadi Terang di Jalan Panggilan” menampikan kreativitas seni budaya berbagai etnis.

Ketua SENAT STIPAS Keuskupan Agung Kupang, Elvin Tonbesi menyampaikan terima kasih atas kepercayaan turut ambil bagian dalam acara tersebut.

“Terima kasih telah memberikan kesempatan untuk menampikan berbagai kreativitas kami antara lain Tarian Likurai Etnis Malaka, drama Cinta Bolak Laran Lola etnis Lamaholot dan Stan Pameran,” ungkapnya.

Menurut Elvin Tonbesi, etnis Malaka mengambarkan makna tarian likurai adalah ungkapan syukur dan kegembiraan kepada Tuhan karena atas berkatnya para pahlawan boleh memenangkan peperangan melawan musuh.

“Sehingga pada saat raja bersama dengan prajuritnya pulang dari medan perang biasanya para wanita menyambut kedatangan mereka dengan tarian likurai,” jelas Tonbesi.

Pesan ini memberikan semangat kepada generasi Geraja dan Bangsa tetap berjuang dalam keadaan apapun dalam menjawabi pangggilan yang telah di pilih.

Maria Restu Putri Lipat Sabon dalam kesempatan yang sama menjelaskan drama Cinta Bolak Laran Lola menggambarkan masuk minang Perempuan Adonara yang merekonstruksi sederhana dari motivasi panggilan yang dangkal (Belis Mahal) salah satunya dan konsekuensi dari adat yang memberatkan (masuk biara).

Lebih lanjut Putri Lipat Sabon yang berperan sebagai Narator drama ini memiliki pesan selalu ada alasan untuk menghargai adat-istiadat dan selalu ada jalan untuk merasa terpanggil ke jalan-Nya.

Ketua Panitia, Severius Devinto Lisu dalam kesempatan itu menyampaikan kegiatan Expo Panggilan dalam rangka menyongsong Minggu Panggilan Sedunia ke 62.

“Dan lebih utamanya adalah perkenalan kehidupan membiara dan ajakan untuk kaum muda katolik untuk bergabung,” jelasnya.

Lanjut Fr Devinto Lisu yang juga merupakan Frater Top STIPAS Keuskupan Agung Kupang, Minggu Panggilan juga mendorong dan mendukung panggilan hidup suci, baik dalam pelayanan imam, kehidupan religius, atau pelayanan duniawi yang lain.

“Minggu Panggilan menjadi kesempatan mendorong kesadaran akan pentingnya panggilan, mendorong orang-orang untuk mendengarkan dan menanggapi panggilan Tuhan, serta memberikan dukungan bagi mereka yang telah terpanggil untuk menjalani hidup suci,” tandasnya.

Kegiatan ini dimeriahkan oleh Biara-biara, Sekolah Swasta maupun Negeri dan Perguruan Tinggi di Kota Kupang. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.