Oleh: Juni Gressilda Louisa Sine, STP,M.Kes
Dalam masyarakat, peran ibu sering kali lebih menonjol dalam pengasuhan anak. Namun, dari hasil penelitian dan pengalaman Grace menunjukkan bahwa keterlibatan ayah dalam membesarkan anak memiliki dampak yang sangat besar terhadap perkembangan fisik, emosional, sosial, dan intelektual anak. Ayah bukan hanya sekadar mencari nafkah, tetapi juga sebagai pendidik, pelindung, dan figur yang memberikan keteladanan dalam keluarga.
Ayah memiliki peran sebagai pelindung dalam keluarga. Kehadiran seorang ayah yang penuh kasih sayang dapat memberikan rasa aman dan meningkatkan kepercayaan diri pada anak. Melalui interaksi sehari-hari, ayah dapat membantu membentuk karakter anak sejak dini. Ayah secara langsung dapat mengajarkan nilai-nilai seperti tanggung jawab, disiplin, dan keberanian pada anak. Kehadiran ayah yang positif dalam keluarga juga berperan dalam membangun rasa percaya diri pada anak serta kemampuan mereka dalam bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.
Dari pengalamannya dalam pengasuhan anak, ia mengatakan bahwa anak yang memiliki ikatan emosional yang baik dengan ayah cenderung memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi, lebih mampu mengendalikan emosi, dan memiliki prestasi akademik yang lebih baik. Selain itu, anak cenderung meniru sikap dan perilaku ayah dalam menjalani kehidupan serta dalam hal mengambil keputusan. Oleh karena itu, ayah yang menunjukkan tanggung jawab, kedisiplinan dan etos kerja yang tinggi akan menjadi teladan yang positif bagi anak dalam membangun karakter dan masa depan mereka.
Hasil penelitiannya di Kabupaten Timor Tengah Selatan tahun 2023 yang dibuat dalam bentuk Buku Referensi diterbitkan tahun 2025 dengan Judul “Peran Ayah dalam Pencegahan Stunting (Strategi, Tantangan dan Solusi)” menunjukkan bahwa anak yang mendapatkan pengasuhan yang baik mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang baik. Sebaliknya, anak yang tidak mendapatkan pengasuhan yang baik beresiko menyebabkan anak mengalami masalah tumbuh kembang, termasuk perilaku, kesulitan dalam bersosialisasi, bahkan motivasi belajar yang rendah.
Ayah dan ibu memiliki gaya pengasuhan yang berbeda tetapi harus saling melengkapi. Jika ibu lebih cenderung mengedepankan kelembutan, ayah sering kali mengajarkan kemandirian dan keberanian. Interaksi ini membantu anak tumbuh dengan keseimbangan antara kasih sayang dan disiplin. Jika ibu cenderung mengutamakan kelembutan dan kasih sayang, maka ayah sering kali mengajarkan kemandirian dan keberanian dalam menghadapi tantangan. Kombinasi ini menjadi kunci dalam membentuk anak yang tangguh, percaya diri dan memiliki daya saing di masa depan.
Selain itu, keterlibatan ayah dalam pendidikan anak juga berperan besar dalam membangun pola pikir yang kritis. Dengan mendampingi anak belajar, membaca buku bersama, atau berdiskusi tentang kehidupan, ayah tidak hanya meningkatkan minat anak terhadap ilmu pengetahuan tetapi juga membantu mereka memahami berbagai perspektif dalam kehidupan. Dengan demikian, kehadiran ayah yang aktif dalam pengasuhan tidak hanya membentuk anak yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dan sosial yang baik.
Dalam hal ini, Grace juga bisa berbagi terkait beberapa langkah yang bisa dilakukan oleh ayah dalam pengasuhan anak, diantaranya:
Pertama, meluangkan waktu yang berkualitas bersama anak, termasuk merencanakan jadwal liburan keluarga setiap tahun. Jika ayah sibuk, tidak perlu waktu yang lama bersama dengan anak, tetapi pastikan setiap kesempatan bersama dengan anak bermakna. Ayah dapat bermain, bercanda atau sekedar mengobrol dengan anak setiap hari.
Kedua, memberikan dukungan emosional. Ayah harus menjadi tempat bagi anak untuk berbagi perasaan, baik dalam kesuksesan maupun kesulitan. Berikan dukungan emosional dengan pelukan hangat atau mendengarkan cerita anak dengan penuh perhatian.
Ketiga, Terlibat dalam Pendidikan anak. Selalu menyempatkan untuk menghadiri maupun mendukung acara anak di sekolah. Ayah juga dapat membantu anak belajar dan berdiskusi tentang pengalaman mereka di sekolah. Hal ini dapat meningkatkan ikatan emosional ayah dan anak.
Keempat, libatkan anak dalam pengambilan keputusan. Ajak anak berdiskusi dan berpartisipasi dalam keputusan keluarga agar mereka merasa dihargai serta belajar tentang tanggung jawab.
Kelima, dukung minat dan bakat anak. Berikan dorongan terhadap hobi dan minat anak, baik dibidang akademik maupun non akademik, agar mereka dapat berkembang sesuai potensinya.
Keenam, menjadi teladan yang baik. Anak akan belajar dari apa yang mereka lihat, sikap ayah dalam menghadapi masalah dan berinteraksi dengan oranglain akan menjadi pelajaran berharga bagi anak.
Dengan demikian peran ayah dalam pengasuhan anak tidak bisa diremehkan. Peran ayah dalam pengasuhan anak sama pentingnya dengan peran ibu. Ayah yang aktif dan terlibat akan membantu membentuk anak yang lebih percaya diri, mandiri, dan berprestasi. Oleh karena itu, sudah saatnya masyarakat lebih menyadari pentingnya kehadiran ayah dalam tumbuh kembang anak. Dengan kerja sama yang baik antara ayah dan ibu dapat membentuk generasi yang lebih berkualitas.
Penulis adalah Dosen Tetap Prodi Gizi Poltekkes Kemenkes Kupang







