Pemda Flotim segera Bangun Sarana Irigasi Watanpao Desa Beloto

oleh -576 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Larantuka – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Flores Timur (Flotim) memberi perhatian dan sentuhan pada prasyarat penghidupan rakyat di sektor pertanian, seperti perbaikan sarana irigasi persawahan Watanpao di Desa Beloto Kecamatan Adonara Timur dengan menganggarkan Rp2,5 Miliar pada tahun 2026.

Wujud pertanggungjawaban publik, Anggota DPRD Kabupaten Flotim dari Fraksi Partai NasDem, Feris Uhe Koten menyampaikan hal ini ke masyarakat Desa Beloto yang hadir dalam forum reses Anggota DPRD Provinsi NTT dari Fraksi Partai NasDem, Alexander Take Ofong di Kantor Desa Beloto belum lama ini.

“Kita patut bersyukur karena di tengah keterbatasan fiskal daerah akibat efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat, Pemda Flotim masih memberi perhatian kepada ema, papa, kaka, aring masyarakat desa Beloto mendapat program perbaikan bendung air irigasi Watanpao tahun 2026 dengan alokasi anggaran Rp2,5 Miliar,” kata Feris Koten.

Pembangunan fasilitas bendung air sungai untuk irigasi persawahan Watanpao yang rusak berat akibat diterjang banjir bandang saat Seroja tahun 2021 silam dan jaringan irigasi primer yang rusak agar bisa bermanfaat menampung dan mengalirkan air dalam jumlah yang cukup untuk irigasi sawah milik masyarakat budidaya padi, palawija dan hortikultura.

Kepala Desa Beloto, Anselmus Ola mengatakan sumber air itu dapat mengaliri persawahan seluas 16 hektare dan potensi pengembangan 46 hektare yang diusahakan oleh ratusan petani yang berhimpun dalam 12 kelompok tani (Poktan) di desa tersebut.

“Irigasi persawahan Watanpao yang diolah petani dalam 12 Poktan yang tergabung dalam Gapoktan Puli Toben. Luas lahan yang diolah 16 hektare, dengan potensi penambahan lahan seluas 30 hektare akumulasi keseluruhan 46 hektare bisa diolah semua apabila debit air mencukupi,” beber Kades Beloto.

Kades Anselmus juga menguraikan produksi padi sawah dalam bentuk gabah berdasarkan hasil pengukuran ubinan per tahun adalah 5,5 ton per hektare. Maka jumlah 5,5 ton dikalikan 16 hektare maka hasilnya 88 ton gabah untuk satu musim tanam.

Selain potensi persawahan, Desa Beloto juga memiliki sejumlah komoditi unggulan seperti Kemiri, Pinang, Pala, Kakao yang dibudidayakan oleh 90 persen warga sebagai petani.

Di Desa Beloto ada 3 Dusun, 12 RT dengan 235 jumlah kepala keluarga dan 804 jumlah jiwa. Mayoritas penganut Katolik 573 jiwa, sedangkan Muslim 231 jiwa. Masyarakatnya hidup rukun berdampingan sebagai sesama saudara yang terikat kokoh nilai budaya dan adat istiadat lewo (kampung).

Alex Ofong Dorong Wadah Ekonomi Bersama

Pada kesempatan reses tersebut masyarakat mengangkat masalah anjloknya harga komoditi terutama kemiri yang jatuh menjadi Rp6000 per kilogram.

Merespons masalah anjlok harga komoditi, Anggota DPRD Provinsi NTT, Alexander Take Ofong menekankan pentingnya membangun kekuatan antar petani produsen dalam satu wadah perjuangan bersama seperti Gapoktan yang sudah ada untuk membangun posisi tawar dengan pembeli komoditi pertanian yang datang dari luar.

“Kita sebagai produsen saat menjual produk pertanian harga ditentukan oleh pembeli maka kita harus membangun kekuatan bersama dalam satu wadah ekonomi desa agar bisa melakukan tawar menawar harga dengan pihak pembeli yang cenderung datang dari luar daerah, kalau kita bergerak sendiri-sendiri akan mudah dipermainkan harga oleh mereka pembeli,” ujar Alex Ofong.

Lebih jauh, Alex Ofong menyarankan agar ada ketentuan standar harga minimum komoditi pertanian sesuai perhitungan kewajaran sehingga jatuh pun tidak boleh di bawah harga minimum, meskipun mekanisme pasar bebas tetapi pemerintah perlu hadir melindungi petani dengan kebijakan afirmasi (affirmative action-policy).

“Meskipun mekanisme pasar bebas, harga ditentukan oleh permintaan dan penawaran tetapi pemerintah bisa menentukan standar harga minimum sebagai tindakan untuk melindungi petani produsen,” tegas Anggota DPRD Provinsi NTT tiga periode dari Daerah Pemilihan NTT 6 (Flotim, Alor, Lembata). (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.