Julius Uly Tekankan Partisipasi Publik dalam Pembangunan saat Reses di Babau

oleh -520 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Oelamasi – Membangun daerah butuh partisipasi aktif masyarakat sebagai subjek utama dengan semangat nilai gotong royong yang sudah menjadi budaya bangsa Indonesia, demikian tegas Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Fraksi Partai NasDem, Julius Uly saat melaksanakan reses di Kelurahan Babau Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang, Senin (9/3/2026) siang.

Julius Uly menekankan pentingnya partisipasi dan gotong royong masyarakat sebagai pelaku pembangunan, sehingga hasil pembangunan menjawab kebutuhan dan permasalahan mendasar yang dialami masyarakat.

“Kita sebagai subjek pembangunan mesti berpartisipasi aktif sejak perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan, agar masyarakat memiliki tanggung jawab menjaga dan merawat hasil pembangunan yang akan dinikmati bersama,” tegas Uly dalam merespons aspirasi yang disampaikan peserta reses di RT 18 Kelurahan Babau.

Di hadapan sekitar 100 lebih masyarakat yang hadir dalam reses tersebut, Julius Uly mengimbau masyarakat agar tetap memupuk semangat gotong royong dan partisipasi dalam pembangunan di semua aspek kehidupan. Dia mengajak masyarakat agar terlibat aktif dari tahap perencanaan dalam forum Murenbang tingkat Dusun hingga Kelurahan dan Kecamatan.

“Bapak, mama harus terlibat aktif dalam perencanaan saat Musrenbang Dusun, Kelurahan dan Kecamatan. Agar aspirasi masalah dan kebutuhan bisa diakomodir dalam dokumen perencanaan pembangunan,” tandasnya.

Julius Uly mendapat titipan sejumlah aspirasi dari masyarakat setempat yang mayoritas menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan peternakan yaitu peningkatan Jalan Usaha Tani (JUT) 100 meter, Sumur Bor untuk kebutuhan Air Minum dan Jalan Lingkungan.

Masyarakat juga memyampaikan kendala kelangkaan pupuk terutama pupuk dasar yang sudah tidak masuk dalam pupuk subsidi agar bisa diperjuangkan oleh anggota DPRD Provinsi NTT.

Julius Uly merespons aspirasi masyarakat dengan menyatakan akan memperjuangkan sesuai tingkatan kewenangan pemerintahan, akan menyampaikan semua aspirasi kebutuhan masyarakat ke pemerintah tingkat kabupaten, provinsi dan pusat.

Terkait JUT, Julius Uly mengatakan bahwa ada nomenklatur di Kementerian Pertanian, sehingga perlu merumuskan aspirasi secara baik dalam bentuk proposal untuk diteruskan ke pemerintah pusat melalui Fraksi Partai NasDem di DPR RI.

Sedangkan kebutuhan sumur bor, Julius Uly meminta masyarakat agar segera membuat proposalnya dan akan diperjuangkan ke Dinas PUPR Provinsi NTT untuk direncanakan pada tahun mendatang.

“Untuk sumur bor segera bikin proposal dan kita perjuangkan ke Dinas PUPR Provinsi NTT sedangkan JUT akan diperjuangkan ke Pusat,” jelas Julius Uly.

Demikian pula jalan lingkungan dan masalah pupuk akan diperjuangkan ke pemerintah sesuai tingkatan kewenangan masing-masing, dimana jalan lingkungan merupakan kewenangan kabupaten dan pupuk dasar akan disampaikan ke dinas terkait.

Reses tersebut dihadiri Lurah Babau, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, RT, RW, Kepala Lingkungan dan masyarakat petani peternak. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.