SEBUAH video yang memperlihatkan pembongkaran bangunan SDN Wolomoni di Desa Niowula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) memicu gelombang keprihatinan
Dari “A Nation in Waiting” ke Pesta Babi: Ketika Demokrasi Berhadapan dengan Oligarki dan Tanah Leluhur
TIGA puluh tahun lebih setelah Adam Schwarz menulis A Nation in Waiting, Indonesia telah berubah secara politik. Presiden dipilih langsung. Pers lebih
Menunggu di Pintu Istana
ADA sebuah prinsip sederhana dalam diplomasi: hubungan antarnegara dibangun bukan hanya melalui perjanjian besar, kunjungan kenegaraan, atau pidato di forum internasional, melainkan
Dari Jalanan ke Ruang Direksi: Ujian Besar Elcid Li di PT Flobamor
MASUKNYA Dr. Dominggus Elcid Li sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Flobamor (Perseroda) adalah salah satu peristiwa paling menarik dalam lanskap politik-ekonomi Nusa
MBG dan Bahaya Oligarki Pangan
PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak awal dipromosikan sebagai wajah baru keberpihakan negara kepada rakyat kecil. Anak-anak akan makan bergizi. Petani akan
Pidato Hebat, Rupiah Sekarat
PIDATO pemerintah kembali dipenuhi kata-kata besar: transformasi ekonomi, jalan tengah, ekonomi alternatif, pemerataan, dan kesejahteraan rakyat. Aula mungkin bergemuruh oleh tepuk tangan
Kebangkitan Nasional atau ‘Kebangkrutan Bangsa’?
Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia kembali memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Spanduk dipasang, pidato dibacakan, dan kata “kebangkitan” kembali digaungkan di ruang-ruang
Belajar dari Prahara Kopdit Swasti Sari
PRAHARA mengguncang Koperasi Kredit (Kopdit) Swasti Sari yang beranggota 217 ribu lebih dan memiliki sekitar 30 Cabang di seluruh tanah air bukan
Bangsa yang “Kehilangan Arah” Setelah Reformasi
DUA puluh delapan tahun setelah Reformasi 1998, kita dipaksa menghadapi kenyataan yang tidak nyaman: musuh terbesar Reformasi bukan lagi sisa-sisa Orde Baru,
Dari Otonomi ke Ketergantungan: Daerah dalam Cengkeraman Program Pusat
KEBERHASILAN pembangunan di hampir semua daerah kerap diukur dari seberapa banyak program pusat yang “berhasil dilaksanakan”. Spanduk terpasang, laporan tersusun rapi, dan
Hardiknas dalam Bayang-Bayang Simbol: Ketika Pendidikan Direduksi jadi Seremoni
Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) seharusnya menjadi momen reflektif—ruang hening untuk menilai arah, capaian, dan kegagalan pendidikan kita. Ia bukan sekadar agenda rutin
- Sebelumnya
- 1
- 2
- 3
- 4
- …
- 22
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.










