Oleh: Daud Gaina Dara
Di tengah dunia saat ini yang mengalami kemajuan pesat dalam bidang teknologi dan informasi, manusia semakin dimudahkan dalam melakukan berbagai pekerjaan dengan lebih cepat dan efisien. Pekerjaan yang dahulu membutuhkan waktu lama serta tenaga yang besar, kini dapat dilakukan hanya dengan sekali klik atau satu perintah melalui perangkat digital. Manusia dapat memperoleh informasi dan menyelesaikan pekerjaan hanya dalam hitungan detik. Dalam bidang pendidikan, perkembangan teknologi dan iformasi juga berlangsung sangat pesat dengan kehadiran AI (artificial intellgence) para pelajar dapat dengan mudah memperkaya pengetahuan mereka dengan mencari berbagai bahan pembelajaran melalui perangkat digital yang telah berbasis AI.
AI atau kecerdasan buatan merupakaan teknologi yang dirancang untuk meniru kemampuan berpikir manusi, seperti memahami bahasa, menganalisi data, serta memberikan respons atau solusi terhadap suatu permasalahan. Dalam kontek pendidikan, AI dapat digunakan untuk membantu proses pembelajaran agar lebig efektif dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Oleh karena itu, pendidikan berbasis AI menjadi salah satu sarana pembelajaran yang sangat penting dalam dunia modern.
Salah satu peluang AI dalam dunia pendidikan adalah kemampuannya menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan siswa, baik dari segi kecepatan belajaran, gaya belajar, maupun kebutuhan masing-masing peserta didik. Selain itu, siswa dapat dengan mudah mengakses berbagai sumber bahan ajar, seperti jurnal ilmiah, video pembelajaran, dan aplikasi pendidikan secara gratis melalui teknologi AI.
Selain membuka peluang tersebut, AI juga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Guru dan dosen dapat dengan lebih mudah menyusun materi pembelajaran melalui teknologi AI. Tidak hanya mempermudah penyusunan materi, AI juga membantu guru dan dosen memperoleh wawasan yang lebih mendalam dalam proses mengajar siswa dan mahasiswi. Di samping itu, AI dapat mendorong siswa untuk belajar secara mandiri. Siswa dapat belajar kapan saja sesuai dengan minat mereka, sehingga menumbuhkan sikap belajar sepanjang hayat.
Namun, di balik peluang yang ditawarkan, kehadiran AI dalam dunia pendidikan juga menhadirkan berbagai tantangan yang tidak dapat dihindarkan. Salah satu tantangan terbesar adalah ketergantungan berlebihan terhadap teknologi AI. Ketergantungan ini dapat menghambat kemampuan siswa untuk berpikir kritis dan kreatif, karena proses berpikir mereka diganti oleh jawaban instan dari sistem AI.
Selain itu, penggunaan AI dalam pendidikan juga menimbulkan persoalan etika moral. Nilai kejujuran berpotensi tidak lagi dijunjung tinggi. Hal ini dapat mendorong terjadinya plagiarisme dan menurunkan integritas dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, interaksi antara guru dan siswa menjadi sangat penting dalam membangun kedisiplina serta rasa tanggung jawab. Jika pendidikan terus bergantung sepenuhnya pada teknologi, daya pikir kritis siswa dapat semakin melemah.
Oleh sebab itu, pendidikan berbasis AI harus dilaksanakan dengan pengawasan yang ketat serta disertai penanaman nilai-nilai etika dalam penggunaannya. Siswa perlu dibekali pemahaman bahwa AI hanyalah alat bantu, bukan sumber kebenaran mutlak. Dengan demikian, siswa diharapkan mampu bertanggung jawab dalam mecari dan menggunakan informasi, serta tetap mengandalkan kemampuan berpikir mereka sendiri.
Dengan demikian, pendidikan berbasis AI merupakan peluang besar sekaligus tantangan serius bagi dunia pendidikan. AI dapat menjadi alat bantu yang efektif jika digunakan secara bijak dan bertanggung jawab. Peran guru dan lembaga pendidikan tetap sangat penting sebagai pembimbing. Kehadiran AI seharusnya menjadi pendukung pembelajaran, bukan menggantikan peran manusia. Jika AI dimanfaatkan dengan baik, pendidikan dapat melahirkan peserta didik yang cerdas, kreatif dan berkarakter.
Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Filsafat UNWIRA Kupang







